Langsung ke konten utama

Postingan

Green Canyon Lahat

Green Canyon, Lahat Green Canyon versi Kabupaten Lahat ini terletak di Kecamatan Pulau Pinang, Gumay Ulu. Tempat ini dapat dijangkau dari 2 jalan, melalui Gumay Ulu atau Pulau Pinang. Tidak jauh dari pusat kabupaten Lahat, kurang lebih sekitar 15 - 20 menit, maka di sisi kanan jalan (jika kita dari arah jalan Kabupaten Lahat menuju Kota Pagaralam, tepatnya sebelum jembatan besar) kita akan menemukan gerbang bertuliskan "Green Canyon". Jarak dari gerbang ini menuju ke dalam kurang lebih sekitar 1-2 km. Perjalanan di sini cukup menantang, karena medan jalan yang cukup membuat perasaan deg deg ser (?) hahaha. Saran dari aku, lebih baik menggunakan kendaraan roda dua saja jika menuju ke sini. Karena jalan yang mungkin dapat dikatakan "pas-pasan" dan cukup berliku jika kita menggunakan kendaraan roda empat. Selama perjalanan dari gerbang ini menuju ke dalam, kita akan disuguhkan pemandangan sawah yang "nan jauh di bawah kita" di sisi kiri jalan dan di sisi kana...

Yuk Masak: Pindang Kerang

Halo semuaaaa!!! Assalamu'alaikum^^ Apa kabarnya? Semoga kalian semua selalu berada dalam lindungan Allah swt Aamiin Kali ini (dan semoga ke depan) akan ada pojok "Yuk Masak" hehe... Aku pribadi tentunya masih amatir dalam hal masak-memasak, tapi karena terinspirasi dari temen-temen yang mulai banyak merambah ke dunia bisnis, khususnya bidang kuliner, jadi kepikiran juga untuk berbagi resep makanan yang suka aku buat di sini. Semoga temen-temen yang sekarang sedang merambah ke dunia bisnis, sukses selalu yaa! Dan semoga resep masakan yang ditulis di sini sesuai dengan selera kalian yaa. Karena soal rasa menurut aku memang bergantung sesuai selera lidah masing-masing:') ------------------------- Bahan-bahan: 250 gr kerang 4 siung bawang merah 2 siung bawang putih 2 buah cabe merah keriting (boleh ditambahkan sesuai selera, kalau lebih suka pedas) 1 ruas jari kunyit 1 batang serai (bagian bawahnya saja, geprek) 1 sdm gula Garam secuk...

Kali Kedua

Pernah merasa yakin, lalu akhirnya ditinggalkan~ Ditinggalkan tanpa sepatah kata ataupun sebuah salam perpisahan... Pernah kembali, tapi tak selamanya Hanya singgah tuk sementara... Pernah dekat, tapi tak pernah merasa lekat Seolah tak ada satupun kata yang sambat Pernah ditunggu, namun tak menunggu Karena waktu yang datang tidak bertemu Pernah satu frekuensi, tapi tak satu hati Hingga akhirnya lelah menanti dan pergi menjauhi~ Pernah bersama, tapi restu yang tak sama Hingga salah satu memilih tuk pergi berkelana Pernah tak ada masalah, tapi takdir berkata berpisahlah~ Pernah mengagumi, tapi tak pernah sekalipun diberi atensi. Lalu, adakah kali kedua? Ataukah hanya sebuah harap?

Kita Bisa!

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Apa kabar semuanya? Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah swt Aamiin aamiin ya Rabbal 'alamin Tak terasa sudah mulai memasuki akhir Ramadhan 1441H Rasanya Ramadhan kali ini terasa begitu cepat, bukan? Secepat itukah Ramadhan meninggalkan kita? Akankah kelak kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan berikutnya? Atau inikah Ramadhan terakhir kita? Semoga kelak kita semua akan dipertemukan lagi dengan Ramadhan berikutnya Aamiin Allahumma Aamiin Terasa sedih rasanya mengingat Ramadhan akan segera berakhir dan di Ramadhan kali ini kita aku masih belum bisa memanfaatkan dengan semaksimal mungkin... Semoga di hari-hari terakhir Ramadhan 1441H ini kita semua dapat terus mengejar ketertinggalan dan memanfaatkannya untuk beribadah dan mengerjakan amalan yang belum dilaksanakan dengan semaksimal mungkin... Dan semoga kita semua dapat mendapatkan malam itu, malam Lailatul Qadr... Aamiin Allahumma Aam...

Salah Niat

Aku takut... Aku takut jika yang kulakukan selama ini ternyata salah niat. Aku takut jika yang kulakukan selama ini bukan karena Allah swt... Entah harus berbincang kemana perihal ini... Akhir-akhir ini yang kian terasa semakin menjadi... Hanya mampu mengadu kepada-Mu, Ya Rabb Mengadu kepadamu akan keresahan hati yang begitu takut akan salah niat Berulang kali diri ini memohon ampun kepadamu, takut apabila salah niat Berulang kali pula diri ini mencoba meluruskan niat agar tak salah Tapi berulang kali jua diri ini dilanda kegalauan yang acap kali menghampiri Ada apa dengan hati ini, Ya Rabb? Wahai Dzat Yang Maha Membolakbalikkan Hati... Diri ini berserah kepada-Mu Diri ini memohon pertolongan-Mu Diri ini memohon petunjuk-Mu Berserah diri akan semua yang telah kau tuliskan Memohon pertolongan agar diri ini dihindarkan dari keburukan Memohon petunjuk akan resah yang sedang dirasakan Takut jua jika akhirnya lagi-lagi hati ini merasa kecewa ya...

Jaga Hati

Bukankah hati ini sudah memohon kepada Dia untuk dijagakan? Bukankah diri ini jua sudah berjanji dan berusaha untuk tidak terlibat lagi akan urusan hati tuk jangka waktu yang lama? Lalu, mengapa kali ini urusan hati turut kembali memenuhi pikiran? Bolehkah hati ini menaruh harap kembali? Tapi bukankah sejatinya hati ini hanya boleh menaruh harap kepada Dia bukan dia? Bukankah berharap kepada dia yang lain sama saja berarti jatuh ke lubang yang sama tuk kedua kalinya? Bukankah seelok-eloknya meninggikan harap hanya tuk kepada Dia saja? Ah, iya... Harapku kali ini jua terlalu tinggi, tak akan mampu tercapai... Bagaikan bumi yang terus mengejar langit, yang tak akan pernah sampai... Bagaikan mengejar bintang yang terus melesat meninggi di angkasa. Sedangkan aku? Hanya mampu terpaku berdiam diri di muka bumi. Sebesar apapun usahaku, bukankah tak akan mampu menandinginya? Belum lagi, jika harus bersaing dengan ribuan bintang yang bersinar terang lainnya d...

Mawar Biru

Sekarang... Aku mengerti. Tidak semua orang mampu berdamai dengan dirinya sendiri. Tidak semua orang mampu merelakan. Tidak semua orang mampu menjelaskan. Sehingga, ia memilih diam dan pergi tanpa penjelasan. Tanpa peduli bahwa ada hati yang tersakiti. Aku mengerti. Terkadang menunggu itu melelahkan. Sunggu melelahkan. Namun, kadang menunggu itu berbuah manis. Namun, kadang kala jua semua itu hanya kerja bodoh semata. Menunggu terkadang bukan sebuah usaha. Namun hanya kerja sia-sia semata. Mengapa tak memilih mengungkapkan? Daripada terjebak dalam sebuah angan? Hingga akhirnya banyak yang memilih untuk pergi dan bersama yang lebih pasti. Tanpa berani mengambil risiko untuk diri sendiri. Tanpa tahu hasil pasti yang selama ini telah dinanti. Meninggalkan hati yang tersakiti termenung sendiri. Desember, 2018.