Siapa sangka pada akhirnya kali ini perempuan itu terlanjur membiarkan seseorang untuk masuk, setelah sekian lama menjaga dan menutup pintu secara rapat.
Dari banyaknya yang telah mengetuk pintu dan mencoba membuka pintu dengan berbagai usaha, hanya kamu yang tanpa disadari disilakan untuk masuk.
Membuka pintu dengan lembut, penuh perhatian, tutur kata yang halus serta cara yang tak biasa lainnya.
Pada akhirnya, entah rasa ini dari mana, kagum itu berubah menjadi lebih dari itu.
Namun, sayang, dikira menetap, namun ternyata kamu hanya bertamu sesaat.
Dibalik ketidakpedulian mendalam yang dibuat perempuan itu di depanmu, ada resah yang mendalam dan hati yang telah jatuh.
Dibalik diamnya perempuan itu melihat kamu bersama yang lain, ada hati yang telah teriris.
Namun, tak mungkin perempuan itu menggadaikan iman kepada-Nya hanya karena sebuah rasa yang bahkan tak pasti bentuknya, dia memilih diam.
Sebesar dan sedalam apapun perasaan perempuan itu untuk bisa memilikimu, cukup ia titipkan rasa ini kepada-Nya, tak berani meminta lebih.
Kamu mengajarkan banyak hal, terutama mengajarkan keikhlasan.
Jika memang tidak bisa dinanti, maka ambil dia dengan penuh keberanian atau lepaskan dia dengan penuh keikhlasan.
Jika nanti pada akhirnya doa perempuan itu dan doamu tak sama dan tak bersatu, ia harap ia bisa menerima dengan ikhlas walau jauh di relung terdalamnya doa itu dapat bersatu.
Semoga bukan hanya saling mendoakan, tapi tetap berusaha saling menjaga perasaan yang ada.
![]() |

Komentar
Posting Komentar