Langsung ke konten utama

Postingan

Proses... (Part 2)

Ini cerita tentang aku dan kau. Malam semakin sunyi senyap. Seolah tak ada lagi terdengar kehidupan di sini. Tapi aku dan kau masih sibuk bercengkerama. Lupa akan esok yang akan segera menyapa. Terkadang saling menertawakan. Terkadang saling mendengarkan. Terkadang saling diam. Entah apa saja yang telah kita bicarakan, entah beribu macam topik apa yang pernah kita diskusikan? Entah berapa banyak pula dosa yang pernah kita buat dari pembicaraan. HAHAHA. Sudut kota mana lagi yang belum kita kunjungi, sobat? Panas terik atau hujan badai yang lebih sering berjumpa dengan kita? Tambal ban atau pom bensin yang perlu kita cari berikutnya? Roda dua atau roda empat? Sudah lengkapkah perlengkapan berkendara kita? Atau kau ingin mendapatkan tilang di Pos Polisi Air Mancur, sayang? Jangan ngebut, nanti ponsel kau atau aku akan jatuh di jalanan... Mau makan di mana? Mau ke mana hari ini? Terserah. Aku ikut saja. Berapa banyak potret yang telah kita ambil? Perasaan a...

Proses...

Halooo! Tulisan kali ini kemungkinan akan bersambung (serial)~ Apabila ada kesamaan nama, tempat, maupun jalan cerita mohon dimaafkan yaa^^ Saran maupun kritik sangat diharapkan^^ Happy reading ! -------------------- Ini cerita tentang aku, kau, dia dan pemeran kehidupan. Dan izinkan aku menulis tentang semua ini. 4 tahun bukan waktu yang sebentar untukku mengenalmu. Aku tak tahu apakah mengenalmu merupakan sebuah takdir atau hanya sebuah ketidaksengajaan? Aku jua tak tahu apakah aku sudah mengenalmu seutuhnya? Tapi, satu hal yang aku tahu, aku sangat berterima kasih kepada-Nya karena telah mempertemukan aku dan kau. Ah, begitu banyak memori denganmu. Kenangan. Kenangan yang aku yakin akan menjadikanku lebih kuat di masa mendatang. Terima kasih. Terima kasih karena entah dalam se-per-sekian  waktuku hidup di dunia ini, kau turut mewarnainya. Terima kasih karena kau telah berada di sampingku dalam berbagai macam skenario kehidupa...

Sesuatu di Jogja

Rindu Jogja. Tiba-tiba merindukannya malam ini~ Entah apa yang membuat rindu akan kota ini menyeruak secara tiba-tiba. Mungkin benar, ada sesuatu di Jogja . Ah saya rasa.. Ada sesuatu yang tertinggal dan tak dapat diambil kembali di sana... Kenangan . Jalan Malioboro yang penuh akan pedagang di kiri dan kanan. Alun-alun Yogyakarta yang begitu menyenangkan di malam hari. Merapi dengan segala keindahan alamnya. Candi-candi yang begitu menakjubkan. Taman pintar yang penuh arti perjuangan bagiku. Serta, jalanan yang ada seolah terasa begitu merindukan. Mungkin, Jogja bukan hanya sekadar kota yang aku kunjungi untuk beberapa saat. Namun, Jogja turut memberi warnanya tersendiri dalam kehidupan. Seolah berbagai emosi turut melebur dan tertinggal di sana. Terima kasih Yogyakarta. Aku rindu, rindu untuk kembali mengulang semua memori yang ada. Ku percaya selalu ada sesuatu di Jogja [Adhitia Sofyan - Sesuatu di Jogja] Palem...

01.11

Lupakanlah . Maafkanlah. Sampaikanlah, jika memang ada. Agar esok lusa, jika kita diizinkan-Nya kembali bersua. Semua memori itu lenyap sudah. Agar nanti, kita dapat bertemu bagai dua insan yang tak pernah berjumpa. Tak ayal tuk saling bertegur sapa... Selamat berbahagia:)

November

"Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan. Supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya" - Imam Syafi'i ---------------------------- Detik itu... Seolah menjadi sebuah tamparan keras yang memilukan baginya. Seolah menjadi sebuah titik baliknya. Ia seolah tersadar akan semua hal yang selama ini telah ia lakukan, mungkin telah melampaui batas... Bagai tersambar petir di siang bolong, tanpa angin, tanpa hujan... Semuanya terjadi begitu saja... Terlalu cepat, seolah tak bisa dijelaskan menggunakan kata-kata... Hari demi hari ia lalui dengan berbagai pertanyaan yang tak bisa terucap Pertanyaan yang mungkin hanya ia dan Dia yang tahu Pertanyaan yang mungkin jawabannya tak kan didapatkan sampai akhir hayat, jawaban akan sebuah pertanyaan pengharapan yang ...

Mawar

Selamat malam, Apa kabar, Tuan? Masih ingatkah tuan kepadaku? Mawar. Source: Pinterest Ya, aku mawar. Kata orang... Aku punya banyak arti. Utamanya arti tersendiri bagi empunya. Namun... aku juga penuh akan duri. Duri yang bisa membuat empunya terluka. Dahulu aku hanya mampu menunggu. Menunggu akan datangnya seseorang yang akan menjagaku. Menunggu tanpa ada kepastian... Berharap tanpa ada kepastian... Entah kapan tepatnya hari itu, yang ku tahu, kau seolah memilihku, Tuan. Mawar penuh duri, yang tuan pilih dengan keinginan sendiri, tanpa paksaan... Kau memilihku... Memberi secercah harapan kepadaku... Demi sebuah lembaran baru... Ah, atau... Mungkin saat itu harapanku saja terlalu tinggi... Berharap kau selalu ada untukku... Menjagaku dengan sepenuh hati... Membiarkan aku tetap hidup dengan secercah bayanganmu. Namun, sekarang kau seolah berubah, Tuan... Kau menghilang begitu saja dariku... Tanpa kabar darimu... Seolah kau kan berhenti ...

Malam Minggu

Selamat malam, Malam Minggu. Kata orang Malam Minggu itu berbeda... Dulu aku tak pernah percaya. Namun, kali ini berbeda, Karena ada kau di sana. Ada saja cara-Nya mempertemukan kita. Cara yang tak pernah terbayang sebelumnya. Tempat dimana aku tak akan menyangka kita akan berjumpa. Berjumpa setelah waktu yang lama. Tiba tiba saja kau ada di hadapanku. Berdiri tegak tak jauh dariku. Dengan senyum dan tawamu. Kau berada tepat di dekatku. Ingin rasanya aku berteriak kegirangan saat itu. Ingin rasanya aku menyambut lebih jabatan tanganmu. Namun, aku seolah tiba tiba hanya mampu diam mematung di hadapanmu. Tawa lepasku tiba-tiba hilang entah dimana. Pikiranku tiba-tiba berkelana entah kemana. Kita dipertemukan kembali di tempat dan waktu yang tak terduga. Selalu, seperti biasa. Kau, sosok yang selalu kukagumi. Entah sudah berapa tahun lamanya. Sejak kemarin, hari ini, dan mungkin esok lusa akan selalu kukagumi. Selalu kucoba un...