Langsung ke konten utama

Ruang Kosong

Jika ruang itu kosong...
Akankah kau mencari cara untuk menemukan kuncinya?
Akankah kau mencoba untuk membukanya?
Atau kau hanya menunggu di luar saja?
Menunggu sembari menaruh harap untuk dipersilahkan masuk begitu saja?

Lalu...
Jika ternyata, ruangan itu telah terisi
Akankah kau tetap mencoba untuk masuk?
Atau akankah kau tetap menunggu di luar saja?

Tahukah kau?
Ternyata, ia sudah lama menutup ruang itu...
Sejak saat itu, ia telah berhenti menunggu...
Menunggu sesuatu yang tak pasti?
Ah, bukan.
Bukan sesuatu yang tak pasti...
Hanya saja, ia menutup ruang itu karena sudah lelah akan beratnya menahan rindu.
Rindu yang tak tahu siapa pemiliknya...

Dan saat itu, ia sudah tak peduli lagi akan dunia luar
Ia mencoba untuk tetap bertahan di zona nyamannya
Mencoba untuk menghalangi semua orang yang berusaha masuk untuk menembusnya
Membangun pertahanan sekuat mungkin, semampu yang ia bisa

Ia tak ingin lagi menahan beratnya rindu...
Menahan hawa dingin yang menerpa saat ia sedang menunggu...
Menahan bagaimana rasanya membunuh waktu...

Seolah waktunya selama ini, terbuang sia-sia.
Berharap penantiannya akan berbuah manis.
Namun, ternyata semua hanya sia-sia.

Bukannya ia tak percaya akan orang-orang yang mencoba untuk masuk.
Ia hanya mencoba untuk melindungi dirinya sendiri.
Melindungi dari sakit dan pedihnya rasa yang lalu.

Ah, jangan khawatir.
Ia tetap memiliki hati.
Hatinya tidak sedingin itu.
Ia tetap masih bisa merasakan.
Ia tahu untuk membedakan...
Antara berjuang dan tidak.

Dan percayalah hasil tidak akan mengkhianati usaha.
Ini hanya masalah waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Cerita Hidup: Kedokteran atau STAN

Ah, baru beberapa hari juga aku meninggalkannya.. Aku rindu. Dulu, setiap kembali ke sana, aku merasa sedih. Sekarang? Meninggalkannya ternyata begitu berat jua. Bintaro... Tempatku belajar ilmu kehidupan selama kurang lebih satu tahun.. Politeknik Keuangan Negara STAN, Kampus Ali Wardhana... Kampus kebanggaanku! Ya, aku sangat bersyukur dan bangga karena Allah telah memberikanku kesempatan untuk berkuliah di kampus ini. Kampus impian begitu banyak orang. Kampus dimana yang mengajarkan aku untuk semakin banyak bersyukur atas nikmat-Nya. Miniatur Indonesia? Hm.. bisa jadi. 20 Juli 2018 Tepat hari itu aku mengundurkan diri dari Politeknik Keuangan Negara STAN. Sedih bercampur haru menjadi satu di hari itu. Rasanya berat juga meninggalkan semua yang ada di sana. Teman-teman, dosen, lingkungan kampus, dan semua hal yang ada di sana... Serta semua hal yang bermula di sana... Hari itu, menjadi awal bagiku untuk memulai kembali lembaran baru dari kisah kehid...

SMP Negeri 1 Palembang

Assalamu'alaikum! Post kali ini akan membahas singkat tentang SMP Negeri 1 Palembang yang merupakan SMP tercintaku!!:3  Post di sini juga berdasarkan pengalaman pribadi yaa~ Mari mulai SMP Negeri 1 Palembang aka spensa palembang, merupakan satu-satunya SMP peninggalan zaman Belanda di Kota Palembang. Hal ini terbukti dengan gedung bangunan lama yang bergaya zaman Belanda dengan pintu & jendela yang besar dan panjang. SMP Negeri 1 Palembang berlokasi di Jalan Pangeran Ario Kesuma Abdurohim, Talang Semut, Bukit Kecil, Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia. Dulunya SMP Negeri 1 Palembang merupakan salah satu sekolah RSBI, namun semenjak RSBI dihapuskan SMP Negeri 1 Palembang tetap menjadi sekolah unggulan & favorit di Palembang. Dulu spensa pernah memiliki 2 jenis kelas yaitu, reguler dan bilingual. Namun, semenjak tahun 2010-2011 saat masih ada program RSBI, spensa sepenuhnya menggunakan program bilingual, kelas reguler dihapuskan. Lalu, setelah program RSBI dihapuskan ya be...

Random Talk: Umang-Umang

Selamat malam!!! Yeay akhirnya kembali menulis lagi dan bisa membawakan judul "umang-umang". Hmm mungkin di beberapa daerah manggil hewan ini bukan umang-umang kali ya, mungkin ada yang beda? Mohon disesuaikan saja ya, teman-teman. Umang-umang n. ketam kecil di laut (biasanya bersarang di bekas sarang unam (KBBI) Iya, kali ini akan membahas, umang-umang. Hewan yang biasa ada di pinggir jalan atau di depan sekolah SD untuk diperjualbelikan WKWKWK. Kasian ya, tapi lucu:( Sebagai seseorang yang pernah beli umang-umang pada zaman SD  dan ternyata gagal untuk dipelihara (karena pada akhirnya lepas dari cangkang dan hilang atau udah mati, ampuni aku ya Allah) tentunya masih sangat ingat dan terkesan dengan umang-umang. Kalau kalian gimana? Pernah melihara umang-umang juga? Umang-umang. Punya makna tersendiri dalam sekilas perjalanan hidup saya ini. Kembali teringat ke masa-masa SMA khususnya masa junior (kelas X), umang-umang berhasil menjadi salah satu inspirasi hidupku bahkan mas...